Makale– Senin Sore, 27 April 2020 Kabar duka datang dari kampung Garotin, Lembang (Desa) Sarapeang, Kecamatan Rembon. Seorang warga berinisial YTR, lelaki berusia 40 tahun pekerjaan sebagai karyawan PLN Sangalla’ dikabarkan meninggal dunia dengan gejala mirip Covid-19 seperti sesak napas, demam tinggi, sakit kepala, dan batuk.

Menerima informasi dari lapangan, Satgas Covid-19 Tana Toraja yang terdiri dari Tenaga Kesehatan dan Aparat TNI/Polri bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

Tiba di lokasi Satgas Covid-19 Tana Toraja langsung melakukan koordinasi dengan pihak Keluarga dan Pemerintah Lembang Sarapeang untuk menggali informasi lebih jauh.

Dari hasil koordinasi didapatkan informasi bahwa Alm. YTR mengeluh batuk kurang lebih satu minggu disertai dengan demam dan flu. Selasa 21 April 2020 Alm. YTR berangkat ke Lembang Sarapeang dari kamar kostnya di Makale untuk tujuan berobat kampung. Di hari yang sama Alm. YTR kembali lagi ke kamar kostnya di Se’pon Makale. Kamis 23 April 2020, Alm. YTR kembali lagi ke Lembang Sarapeang untuk berobat (Dukun). Selama dalam masa pengobatan (Dukun), Alm. YTR tidak pernah berkomunikasi dengan pihak kesehatan.

Senin pagi, 27 April 2020, Keluhan semakin memberat (Sakit Kepala dan Sesak Nafas) dan hari yang sama pihak keluarga menghubungi Bidan Desa dan dianjurkan untuk berobat ke Puskesmas Batusura’. Karena lokasi rumah Alm. YTR yang jauh dari Puskesmas dan tidak ada pihak keluarga yang bisa mengantar ke Puskesmas, maka pihak Puskesmas mengambil inisiatif untuk menjemput dengan mobil ambulance, namun Alm. YTR sudah meninggal sebelum ambulance tiba dirumah Alm. YTR.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, tidak ada dari pihak keluarga yang berani melakukan langkah penanganan jenazah, sehingga jenazah Alm. YTR baru ditangani setelah tim Satgas Covid-19 Tana Toraja dengan APD lengkap tiba dilokasi.

Hasil koordinasi Pemerintah Lembang Sarapeang dengan pihak keluarga dan Satgas Covid-19 Tana Toraja yang tiba di lokasi diputuskan untuk melakukan penguburan dengan Protap Covid-19.

Pemakaman dengan Protap covid-19 ini ditempuh dengan beberapa pertimbangan, diantaranya adanya gejala mirip pasien yang terinfeksi Covid-19 yang dialami Alm. YTR sebelum meninggal dunia sehingga berdasarkan panduan Penanganan Covid-19 maka wajib dilakukan pemakaman dengan Protap Covid-19.

Pertimbangan selanjutnya adalah adanya kecemasan dan pihak keluarga terhadap gejala Alm. YTR sebelum meninggal, sehingga pihak keluarga bersama Pemerintah Lembang Sarapeang tidak mau ambil resiko dan sepakat dilakukan penguburan dengan Protap covid-19 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Alm. YTR diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah selama Pandemi, namun ada tidaknya riwayat kontak dengan Pasien positif belum bisa diputuskan karena selama masa pandemi Alm. YTR diketahui masih tetap bekerja di unit kerjanya sehingga potensi kontak cukup besar.

Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan tersebut, Satgas Covid-19 Tana Toraja berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk segera melakukan pemakaman terhadap Alm. YTR sesuai Protap covid-19. Alm. YTR dikubur pada pukul 00.30 Wita dibawah guyuran hujan deras.

Langkah yang ditempuh Satgas Covid-19 Tana Toraja Pasca dilakukan penguburan adalah melakukan Tracking terhadap riwayat kontak Alm. di tiga tempat yang berbeda yaitu Rumah Alm. YTR di Lembang Sarapeang, Kantor PLN Sangalla’, dan lokasi kamar kost Alm. YTR di Se’pon Makale.

Terhadap orang – orang yang diduga kuat kontak dengan Alm. YTR di tiga tempat tersebut, akan dilakukan Rapid Test dalam 10 hari kedepan untuk mengetahui apakah ada gejala terpapar Covid-19.

(Sumber : Media Center Satgas Covid-19 Kab. Tana Toraja)

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Data Covid-19 Tana Toraja
POSKO

Jl. Pesanggrahan No. 1, Makale

HP. 0823 4627 0175

Tana Toraja

#IinformMyself